Share this page

Mengenal Desa Kemiren di Banyuwangi

Kompas.com - 14/Jul/2019 , 22:03 WIB

Mengenal Desa Kemiren di Banyuwangi

 

KOMPAS.com - Tidak jauh dari kota Banyuwangi menuju jalan ke arah Kawah Ijen yang terkenal itu, ada tempat yang asik dan nyaman untuk relaksasi menikmati aroma pedesaan yang masih asri dan khas Desa Wisata Osing. Desa Wisata Osing atau Using ini berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah di Kabupaten Banyuwangi.

Penduduk di Desa Kemiren merupakan kelompok masyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya yang dikenal sebagai suku Osing. Pemerintah telah menetapkan sebagai cagar budaya dan mengembangkannya sebagai Desa Wisata Suku Osing.

Tradisi dan kukiner

Suku Osing adalah suku asli Banyuwangi. Mereka mayoritas tinggal di desa Kemiren. Berbagai macam kesenian masih bisa dijumpai di desa seperti seni Barong, Kuntulan, jaran Kincak (kuda menari), mocopatan (membaca lontar kuno) serta Gandrung.

Mayoritas penari gandrung terkenal berasal dari desa Kemiren. Anak-anak di desa tersebut sejak kecil sudah mahir memainkan gamelan untuk mengiringi tari-tarian seperti Tari Osing dan Tari Gandrung.

Memasuki gerbang desa, wisatawan akan disambut oleh atmosfer desa yang masih terjaga. Di kiri kanan jalan banyak kita jumpai kedai-kedai kopi yang menyajikan kopi khas Kemiren, Kopi Osing. Pada musim buah durian, sepanjang jalan juga banyak dijumpai para pedagang yang menggantung durian di lapaknya.

Dari sekadar mampir untuk minum kopi, sampai menikmati sejuknya hawa pegunungan dan indahnya pemandangan alam, dengan latar belakang gunung Raung dan gunung Ijen, semua tersaji di Kemiren.

Banyak rumah penduduk yang berfungsi sebagai guest house yang bisa disewa dengan harga terjangkau apabila ingin bermalam. Sebuah hotel bintang juga sudah berdiri tepat di samping obyek wisata Osing.

Menikmati keramahan warga sekitar tentu akan membuat kita nyaman dan rileks berada di Desa ini. Kita bisa menikmati alunan musik gandrung, sambil minum kopi di beberapa kedai yang ada.

Salah satunya adalah Kedai Kopi Jaran Goyang. Lewatkan pagi atau sore ditemani kopi Kemiren yang khas, dipadu dengan jajajan khas Kemiren yaitu kue Kucur (Cucur, di kota lain di Pulau Jawa).

Suku Osing di Desa Kemiren.RISMIEART Suku Osing di Desa Kemiren.

Pada pagi hari bisa menikmati hamparan sawah yang segar, serta bisa juga melihat aktifitas masyarakat sekitar membuat Kucur, membuat gamelan dan bisa juga ikut mencoba menggoreng dan menumbuk kopi. Semua tersaji lengkap dengan suasana pedesaan yang khas dan bersahabat.

Kapan datang ke Kemiren?

Konon, Desa Kemiren pernah terserang wabah penyakit yang sulit diobati, yang hanya bisa hilang jika diadakan ruwat desa. Tradisi ini masih terjaga hingga kini. Setiap hari kedua Idul Fitri, digelar acara ritual Idher Bumi yang bertujuan untuk mengusir penyakit. Acara ruwat ini menampilkan sebuah seni pertunjukan barong.

Selain itu digelar juga sebuah pertunjukan barong dan juga ritual Tumpeng Sewu yang menyajikan makanan khas Tanah Osing yaitu pecel pitek. Makanan dengan bahan dasar ayam kampung yang dipanggang dan diberi bumbu parutan kelapa super pedas. Ritual Idher Bumi juga diadakan pada tanggal pertama, hari Senin atau Jumat di Bulan Haji atau Idul Adha.

Yuk, baca artikel menarik lainnya dari Kota Banyuwangi berikut ini:

Kubah Masjid Agung Baiturrahman di Banyuwangi Bisa Digeser

3 Makanan Khas Banyuwangi yang Bikin ‘Lidah Terbakar’

Seribu Penari Gandrung Hentak Banyuwangi

Telusuri keindahan Indonesia lainnya dalam laman Pesona Indonesia.

KOMENTAR

Lihat Keajaiban Lainnya